01
Batas aman satu pool ditentukan tiga hal yang bisa dihitung sebelum setor: posisi Anda dibanding TVL pool, biaya tetap masuk-keluar yang menetapkan modal minimum, dan jumlah yang masih sanggup hilang seluruhnya. Rumus, urutan pengecekan, dan checklist sebelum menyetor.
02
Angka APY di agregator dihitung dari kondisi pool saat ini, memakai harga token reward hari ini. Cara memisahkan base dan reward, membaca riwayat APY sebuah pool, dan lima biaya yang tidak pernah masuk hitungan agregator.
03
APR berjalan dan angka fee earned di dashboard tidak memberi tahu apakah posisi likuiditas Anda untung. Rumus rekonsiliasi lengkap, data yang harus dicatat dari block explorer, beda cara memeriksa pool V2 dan V3, serta pembanding kalau modal itu hanya dipegang.
04
Pindah chain demi APR lebih tinggi ada ongkosnya, dan ongkos itu dibayar di muka. Cara menghitung berapa hari modal Anda perlu bertahan di pool baru supaya perpindahan itu balik modal.
05
Rentang sempit menaikkan fee per modal hanya selama harga bertahan di dalamnya. Cara memilih batas bawah dan batas atas dari jangka waktu, pergerakan harga nyata, dan biaya menyesuaikan posisi.
06
Toleransi slippage adalah batas bawah output yang Anda setujui, bukan target. Cara memilih angkanya dari kedalaman pool, pajak transfer token, dan kondisi pasar saat itu.
07
Impermanent loss perlu dibandingkan dengan HODL, bukan dianggap otomatis pulih ketika harga kembali mendekat.
08
Pool stablecoin biasanya mengejar slippage rendah, tetapi tetap memiliki risiko depeg, kontrak, dan ketimpangan saldo pool.